klep·to (klěp’tō) n. Slang
A person who has a compulsion to steal; a
kleptomaniac.
Should we help people yang punya disorder
sebagai kleptomaniac? Menurut akal sehat sih jawaban dari pertanyaan itu
seharusnya “iya”. Tapi kalau ternyata kejadian itu terjadi sama diri loe
sendiri…would you still answer “yes”.
2001…the early hay-day dari Handphone sejuta
umat bermerek NOKIA. It’s seems normal kalau gua pake Handphone itu… It’s small…It’s
cute…plus… my mom bought me one. Meskipun awalnya gua ga’ dibeli’in karena gua
dah pake Motorola…tapi waktu itu anak ABG mana yang pake Motorola.
“Kenapa sih harus ngikutin’ apa yang lagi
trend sekarang? Itukan
HP nya masih bagus!” typical comment you will get from your mom…usually when
you beg from something so bad…
“Iya…seharusnya kayak gitu…but in real life…
pada kenyataannya… I will be the one without the Nokia Handphone… They will
think I’m not cool!” typical pathetic answer from a girl who thinks
peer-pressure is the end of the world.
Well that so-called-the end of the world…come
in a cloudy Saturday Night di Fame Station pula… OMG… sowwww pathetic. Bukan karena
I’m drunk… tapi karena I’m clumsy. Yang ngambilnya juga gua tau lagi orangnya…
anak kampus di Unpad. So not cool! Like it or not… harus gua rela’in…and balik
lagi lah gua dengan HP Motorola itu.
What happened to that girl now?
Ada koq…terakhir denger
sih dia kerja di Bank… I know huh… dan gua juga nggak sengaja ketemu sama
mantannya dia dan waktu kita ngobrol chit chat biasa…keluarlah cerita itu dari
mulut gua… tanggapannya :
“Oh…pantes…kalau gua tinggalin dompet gua
sama dia sendiri…kenapa suka berkurang ya uangnya?”
LOL….hahahahaha… ironis sekali.
Kasus kedua datang dari temen gua lagi yang
sering main bareng juga sama gua. Masih di kampus yang sama…dan masih di tahun2
pathetic year gua…era…kena’ifan gua… Tapi itu nggak parah lah… Cuma nyolong 30
ribu dari mobil gua [buat bensin premium jaman dulu lumayan bow], tapi ternyata
ada anak2 lain yang ngadu ke gua, mereka juga kehilangan. Hm… tape dech…
As if that wasn’t enough… On my wedding day…
Lagi gua kawinan…banyak orang donk di rumah, nyokap dan saudara gua di rumah
udah nyaranin’ hati2 sama satu orang ini. Emang dasar Feeling nyokap selalu
bener ya… gua lupa banget nyimpen HP CDMA gua gitu aja di laci kamar… beberapa
minggu setelah itu gua nge’check donk mau pake hp itu…bo! Ternyata ilang, raib,
nihil aja gitu tuch HP.
Udah gua obrak abrik kamar gua, nggak ketemu
juga. Akhirnya gua telephone my best friend :
“Bo…gua dalam tahap su’uzon sama orang dech.”
“kenapa emang?”
“HP CDMA gua ilang… terus gua kayak punya
feeling tau siapa yang ngambil”
“Oh ya… koq bisa?” [maklum sahabat gua ini
emang nanya dan jawab padat,singkat tapi kadang suka ga’ jelas]
“karena waktu itu dia tlp gua ngasih tau #
yang baru… dia bilang sih dipinjemin… I could be wrong!” [teteup harus positif
thinking dulu sampai melihat dengan mata kepala sendiri]
Tapi waktu gua ketemu dia… yang awalnya
emang dia ngumpet2 pake HP nya pas gua liat… OMGG…[again…and again…] God
Dammit! Itu HP gua!… for those who know me… gua tau kadang gua bisa
kehilangan barang…but trust me I know My STUFFFF!!!
Gua nyeselnya :
- Kenapa tuh HP nggak gua taro dengan rapih sama box nya…kenapa gua ceroboh nge’geletakin
gitu aja.
- Kenapa ga’ gua Tanya langsung di tempat tuch orang… [hm…shock tingkat tinggi]
- …dan kenapa yang ngambil ternyata bener dia. An***g emang!
I trusted her as a friend…bukan masalah
harga HP CDMA itu berapa ya bo… tapi please there are more than that. Beberapa
hari sebelumnya gua terima kabar dari temen TK gua nanyain orang ini…
“Eh loe temennya diakan?” “iya…kenapa emang?”
“ngga, dulu laki gua pernah punya masalah
sama dia?”
“oh ya? Tentang?”
“Biasalah debat yang opininya terlalu
ekstrim”
“alah..tugas kampus namanya juga… standar
lah”
See… betapa gua nge’bela dia?
“Nak…kamu hati2 loch sama dia.”
“maksudnya?”
“feeling mamah koq nggak enak ya sama dia…
kalau dia datang ke rumah n’ sendirian di kamar kamu tuch…mamah suka deg deg an”
“itukan
perasaan mamah aja…”
Twice… I deny the fact that maybe she is
what people been telling me she is.
“Eh…gua butuh bantuan loe”
“apa nih?”
“Tau nomor
tlpnya ga?”
"karena ?
"
"she borrowed my money…a lot and I
need the money now"
"wah…gua nggak tau tuch"
Three times… my friend… I covered you
fucking ass.
Kemana dia sekarang?
Ada… Insya Allah sehat wal’afiat… Cuma dia nggak tau kalau gua tau aja… katanya sih udah "sukses" sekarang…[whatever that means dalam kamus'nya dia]…nggak ngaruh lah loe mau act oh-so-innocence in front of everybody, tapi kelakuan loe minus banget…bakalan banyak yang il’feel kali sama loe.
Kenapa nggak ngomong langsung sama dia ?
why bother? Maling mana ada yang ngaku!
How do I feel about her now?
She’s no longer
my friend… Like I give a Rat Ass about her!
Back to question numero uno… should we
helped people dengan disorder kleptomaniac kayak gini?
If you’re in my shoes…
you would say “Hell NO”.
But…I do learn something though… [kalau kate orang2 pan ambil hikmehnya aje...]
Jangan sembarang naro HP or barang2 lain yang berharga… Pasang kuping terhadap orang2 yang ngomongin’ dia…nggak usah deny kalau emang there is something wrong with your so-called-friend lah…Doa’in aja yang baik2…contoh "semoga dia selalu selamat kalau ke mana-mana" "semoga dia ke depannya sukses" "semoga dia bisa berbangga hati punya HP baru" "semoga dia bisa jadi lebih gaya pake HP baru itu [meskipun bukan punya dia]" "semoga sembuh penyakit ‘nge’lepto’nya" "semoga nggak ada ‘korban’ yang lain juga" "semoga dia nggak ‘tinggi’ lagi ngomongnya karena punya project ‘trilliunan’ "semoga dia nggak jadi orang yang ‘fake’ lagi"…dan "semoga" "semoga" yang lainnya…